RSS

Pengaruh Bermain Puzzel

28 Sep

Pengaruh Bermain Puzzel terhadap Perkembangan Kognitif anak

Pada umumnya Taman Kanak-Kanak merupakan salah satu pendidikan awal untuk menuju ke kenjang berikutnya. Pendidikan taman kanak-kanak merupakan salah saatu tempat anan untuk bermain dan belajar. Mereka dapat mempelajari aktivitas sosial dan mengembangkan kemampuan motorik, kognitif, bahasa, seni, melalui bantuan guru.

Bila dipandang dari tujuan dan basis pendidikan PAUD, selain satu proses alat penunjang di Pendidikan Anak Usia Dini adalah melalui bermain. Melalui bermain anak diharapkan mampu mengembangkan kepribadian yang dinamis, bertanggung jawab, mematuhi peraturan, melatih kesabaran, bekerja sama dan sebagainya. Melalui bermain pula mampu mendorong anak untuk kreatif baik menciptakan atau pun sifat ingin tahu kepada hal yang baru.

Bermain merupakan suatu bentuk pendekatan dalam kegiatan belajar taman kanak-kanak. Dalam pelaksanaan kegiatan ini diharapkan suasana yang menyenangkan bagi anak untuk menghindari kebosanan. Melalui bermain anak diajak untuk menemukan hal-hal yang baru, mempelajari keterampilan dan pengetahuan baru serta membentuk kemampuan dasar. Salah satu permainan yang dapat membantu mengembangkan daya pikir anak atau kognitif anak adalah permainan puzzel. Permainan puzzel akan mengasah daya pikir anak mengembangkan kognitif anak dalammenyelesaikan permainan ini.

Dalam bermain puzzel, disini diharapkan anak didik dibagi menjadi beberapa kelompok dan satu kelompok diharapkan satu pendidik untuk mendampingi atau mengawasi terkontrol dan terkoordinir.

Kecerdasan visual-spasial (visual-spatial intelegensi) adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan cara memanipulasi dan menciptakan melalui imajinasi mental kemampuan ini dapat dirangsang bermain puzzel.

Permainan puzzel dapat meningkatkan daya pikir (kognitif) anak dalam memecahkan suatu masalah. Permainan puzzel pula perlu adanya kerja sama antara panca indera – kognitif serta motorik halus (jari tangan), sehingga terbentuklah suatu pemecahan masalah dengan sempurna. Hubungan puzzel terhadap perkembangan kognitif anak adalah anak dapat menempatkan kepingan puzzel dengan bantuan kognitifnya sehingga anak mampu menyelesaikan permainan puzzel.

Melalui prinsip bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain, pendidikan taman kanak-kanak memungkinkan anak didik, memperoleh kesempatan mengenal dan memahami bermacam-macam mainan dan cara bermain.

Menyadari hal tersebut maka seluruh guru harus turut berupaya menciptakan situasi suasana bermain yang aman bagi anak agar anak mampu mengembangkan aspek intelektual, emosi dan sosialnya secara wajar.

Permainan puzzel 8 keping adalah salah satu alat permainan yang dapat mendorong anak untuk dapat menyelesaikan suatu masalah, dapat melatih motorik halus anak dan juga kognitif anak dalam mengenal konsep-konsep atau bagian dari puzzel tersebut

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 September 2012 in Artikel

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: